IP PBX dan PABX digunakan untuk mengelola komunikasi telepon internal, tetapi arsitektur dan cara integrasinya berbeda.
Pilihan sebaiknya mempertimbangkan perangkat existing, jumlah extension, network, provider/trunk, dan kebutuhan pengembangan.
PABX konvensional
PABX tradisional menggunakan sistem telepon yang lebih dedicated untuk voice.
Cabling dan perangkat mengikuti arsitektur telephony yang digunakan.
IP PBX
IP PBX menggunakan jaringan IP sebagai bagian dari sistem komunikasi.
Perangkat telepon dapat menggunakan jaringan LAN, dan sistem dapat lebih mudah diintegrasikan dengan infrastruktur IP tertentu.
Cabling dan network
Pada IP PBX, kualitas LAN menjadi penting.
Hal yang perlu diperhatikan:
- switch;
- PoE bila digunakan;
- cabling;
- network reliability;
- configuration.
Scalability
IP PBX dapat memberikan flexibility untuk menambah extension atau melakukan perubahan konfigurasi, tetapi kemampuan aktual bergantung pada platform yang digunakan.
Existing system
Jika kantor atau hotel sudah memiliki PABX existing, keputusan migration perlu melihat:
- handset;
- cabling;
- line;
- workflow;
- budget;
- downtime.
Tidak selalu perlu mengganti seluruh sistem sekaligus.
Cost
Perbandingan biaya harus memasukkan:
- platform;
- handset;
- cabling;
- switch/PoE;
- configuration;
- trunk/provider;
- maintenance.
Bagaimana memilih?
IP PBX lebih relevan bila organisasi ingin memanfaatkan network IP dan membutuhkan flexibility tertentu.
PABX existing dapat tetap masuk akal jika masih memenuhi kebutuhan dan migration belum memberi manfaat yang cukup.
Untuk implementasi, lihat jasa instalasi IP PBX.
Diskusikan Pilihan yang Cocok
Anda dapat memulai dari diskusi singkat terlebih dahulu. Kirimkan konteks kebutuhan, lokasi, foto/layout bila ada, dan perangkat existing jika relevan.
